Rabu, 21 Desember 2016

Lukisan Syair di Celah Rindu

Lukisan Syair di Celah Rindu

Ya, Rasulullah.
Di celah rinai-rinai rindu,
ingin aku berbalut sabdamu.
Prasangka dan wasangka baik yang melagu,
‘kan sanggup jelmakan dzalim menjadi
penuh kasih berhati putih,
meleok leok di antara deburan hari,
yang berlari menungggang  jari.

Ya, Rasulullah.
Di ceruk batinku yang merindu,
inginkan sosokmu datang lagi
menuju dunia hina dan fana ini.
Datang sebagai lentera, bagi
berjuta lipat hamba Sang Rabbi,
para hamba yang berhati mati.

Ya, Rasulullah.
Di seluk derai cahaya fajar.
Ku titah langit pagi dengan doa,
doa untuk penenang batinku.
Batin di antara selaman harap dan rindu,
yang bertabuh gebu di ruang kalbu.


Ya, Rasulullah.
Engkaulah,
: Mentari di pangkal renungku
: Utusan terujung dari Rabb-ku
: Hempasan insan pengibas ragu
: Angin sepoi dalam senduku
: Mata pencerah penuh tawaddu
: Manusia Al-Amin tak suka adu
: Anugerah Rabb di selang syahdu
: Derap yang tersyair di laut rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar