Lukisan Syair di Celah Rindu
Ya, Rasulullah.
Di celah rinai-rinai rindu,
ingin aku berbalut sabdamu.
Prasangka dan wasangka baik yang melagu,
‘kan sanggup jelmakan dzalim menjadi
penuh kasih berhati putih,
meleok leok di antara deburan hari,
yang berlari menungggang jari.
Ya, Rasulullah.
Di ceruk batinku yang merindu,
inginkan sosokmu datang lagi
menuju dunia hina dan fana ini.
Datang sebagai lentera, bagi
berjuta lipat hamba Sang Rabbi,
para hamba yang berhati mati.
Ya, Rasulullah.
Di seluk derai cahaya fajar.
Ku titah langit pagi dengan doa,
doa untuk penenang batinku.
Batin di antara selaman harap dan rindu,
yang bertabuh gebu di ruang kalbu.
Ya, Rasulullah.
Engkaulah,
: Mentari di pangkal renungku
: Utusan terujung dari Rabb-ku
: Hempasan insan pengibas ragu
: Angin sepoi dalam senduku
: Mata pencerah penuh tawaddu
: Manusia Al-Amin tak suka adu
: Anugerah Rabb di selang syahdu
: Derap yang tersyair di laut rindu
Rabu, 21 Desember 2016
Lukisan Syair di Celah Rindu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar